Perbedaan GPT Dan MBR

Perbedaan GPT Dan MBR – Dalam pembuatan partisi merupakan sesuatu yang harus diperhatikan setelah membeli hardisk baru maupun ketika kalian akan melakukan instalasi sistem operasi.

Karena benar atau tidaknya dalam melakukan proses pembuatan partisi, susunannya akan memberikan dampak yang signifikan setelah sistem operasi telah selesai di instal.

Selain itu keterampilan dalam menyusun partisi juga dapat memberikan dampak pada kinerja sistem operasi yang telah kalian instal.

Misalnya jika penyusunan partisi terstruktur maka akan sangat mempermudah kalian dalam melakukan pencarian data yang kalian butuhkan.

Sebelum terciptanya sistem operasi Windows 8, tidak terlalu banyak orang yang mengetahui tentang partisi GPT dan MBR, karena sistem operasi pada saat itu memang hanya di instal untuk jenis partisi hardisk MBR saja.

Untuk versi 64 bit partisi GPT sebenarnya dapat digunakan menggunakan motherboard yang telah dindukung dengan adanya boot-mode-UEFI.

Akan tetapi dikarenakan pada saat itu tipe partisi MBR masih lancar digunakan, maka partisi tipe GPT masih sedikit yang menggunakannya untuk dijadikan partisi hardisk.

Pada kesempatan kali ini akan di bahas perbedaan antara partisi GPT dan MBR. Apa sajakah perbedaan diantara partisi GPT dan MBR? Sebelum membahas perbedaannya, mari kita bahas penjelasan tentang GPT dan MBR terlebih dahulu.

Daftar Isi :

Definisi MBR

Partisi MBR

Master Boot Record merupakan kepanjangan dari partisi MBR. pada sistem partisi MBR, seluruh informasi yang ada pada hardisk dikendalikan oleh partisi MBR, seperti Sistem file, partisi logis, partisi perluasan, dan lain sebagainya.

Partisi MBR dapat kalian gunakan untuk menginstal seluruh sistem operasi yang ada. Salah satu fungsi partisi MBR yang paling dirasakan adalah ketika sistem operasi sedang berada dalam proses start.

Pada saat proses boot partisi MBR mencari lokasi yang memiliki sektor boot di mana sektor boot tersebut berisi file dan informasi yang dibutuhkan oleh sistem untuk dapat mengakses boot desktop.

Sejauh ini tipe partisi MBR sudah cukup baik, terutama jika kalian belum menggunakan perangkat terbaru, namun tipe partisi tersebut memiliki kekurangan sebagai berikut.

  1. Partisi MBR memiliki maksimum hard drive 2 Terabyte (TB) dapat didukung. Jadi, jika perangkat baru kalian memiliki kapasitas hard drive lebih dari 2 TB, Kalian tidak akan dapat menggunakan partisi MBR.
  1. Partisi MBR ini hanya dapat mendukung pembuatan partisi primer dalam jumlah maksimum. Jadi jika Kalian ingin membuat partisi yang lain, Kalian harus membuat partisi logis terlebih dahulu.
  1. Jika kalian ingin membuat banyak partisi, kalian harus mengorbankan partisi primer menjadi partisi extended sehingga kalian dapat membuat beberapa partisi logical di bawahnya.

    Namun jika kalian tidak bersikeras membuat partisi utama, hard disk kalian akan menjadi hard disk dinamis.
  1. Informasi tentang lokasi file sistem dan partisi sistem operasi hanya dapat disimpan pada sektor pertama hard disk, sehingga ketika sistem operasi mengalami  kerusakan hilang maka tidak bisa di dapatkan kembali karena  tidak adanya backup file.

Itulah beberapa kekurangan dari partisi MBR, mengingat partisi MBR termasuk ke dalam teknologi lama. Seiring dengan berkembangnya teknologi, kekurangan ini perlu diatasi.

Oleh karena itu, tipe partisi GPT dibuat untuk mengikuti evolusi perangkat keras dan firmware komputer. Apa itu partisi GPT? berikut penjelasan tentang partisi GPT.

Definisi GPT

Partisi GPT

GPT adalah singkatan dari Guid Partition Table. Partisi GPT merupakan generasi terbaru dari tipe partisi hardisk. Pada tipe partisi hardisk, layout tabel partisi didefinisikan menggunakan Global Unique Identifier (GUI).

Hadirnya partisi GPT diharapkan dapat menutupi kekurangan dari pada partisi MBR, dikarenakan pada partisi GPT memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan partisi MBR, antara lain :

  1. Partisi GPT dapat melakukan penyimpanan pada hardisk hingga mencapai 9 Zettabyte (ZB), Zettabyte merupakan tingkat ke 3 lebih atas dari Terabyte (TB). setelah TB terdapat Petabyte (PB), lalu Exabyte (EB), kemudian Zettabyte (ZB).

    Hal ini merupakan kapasitas penyimpanan yang sangat besar, kemungkinan belum ada komputer saat ini yang menggunakan hardisk dengan kapasitas sebesar ini yang berarti partisi GPT memang dirancang khusus untuk dapat diaplikasikan atau digunakan di masa depan.

Baca Juga : Cara Aktivasi Windows 7

  1. Dapat mendukung hingga mencapai 128 Primary Partition, sehingga kalian tidak perlu menggunakan Logical Partition jika banyak partisi yang ingin kalian buat.
  1. Informasi file sistem pada sistem operasi dapat disimpan lebih dari satu lokasi, sehingga jika file yang utama mengalami kerusakan, maka sistem masih bisa digunakan dengan normal dengan menggunakan file backup yang lainnya.

Setelah membahas definisi tentang GPT dan MBR berikut ini adalah perbedaan dari GPT dan MBR yang dapat disimpulkan dari penjelasan diatas.

Perbedaan GPT dan MBR Pada Hardisk

Dari penjelasan di atas, sudah dapat kalian ketahui apa saja perbedaan dari masing-masing partisi hardisk.

Untuk lebih jelasnya berikut ini rangkuman penjelasan mengenai perbedaan antara partisi GPT dan MBR:

  1. Pada partisi MBR kapasitas penyimpanan atau memori lebih sedikit dibandingkan dengan partisi GPT. Partisi MBR hanya mampu menampung penyimpanan sebanyak 2 Terabyte (TB), sedangkan pada partisi GPT memiliki kapasitas 9,4 Zettabyte (ZB).
  1. Support partisi pada MBR hanya dapat dilakukan sebanyak 4 partisi primary saja. Sedangkan pada partisi GPT memiliki partisi primary sebanyak 128.
  1. pada saat partisi primary digunakan sebanyak lebih dari 1 partisi, partisi GPT dapat mengoptimalkan kinerja dari semua partisi primary agar dapat bekerja sama. Sedangkan pada partisi MBR masih perlu mengorbankan suatu partisi sebagai extended.
  1. Pada partisi MBR, mengenai informasi lokasi file sistem dan lokasi sistem operasi file tersebut hanya dapat melakukan penyimpanan pada sektor pertama di dalam hardisk.

    Sedangkan pada partisi GPT dapat melakukan penyimpanan hingga berkali-kali hal itu dapat berguna sebagai cadangan jika suatu waktu informasi utama mengalami kerusakan atau korup.
  1. Partisi MBR dapat kalian gunakan untuk menginstal semua sistem operasi, sedangkan pada partisi GPT hanya dapat digunakan untuk menginstal sistem operasi minimal Windows 8 keatas, kemudian motheboard komputer harus didukung dengan adanya UEFI.

Itulah beberapa perbedaan antara partisi GPT dan MBR, Setiap partisi masing-masing memiliki perbedaan, dengan adanya perbedaan itu terdapat kelebihan serta kekurangan yang dapat saling melengkapi antara partisi tersebut.

Baca Juga : Cara Update Windows 10

Kalian bisa menempatkan masing-masing partisi sesuai dengan butuhan. persoalan mana yang lebih baik dari kedua partisi tersebut kalian dapat menyesuaikannya dengan perangkat yang kalian gunakan.

Jika perangkat kalian telah support akan UEFI kalian dapat menggunakan partisi GPT saja kemudian gunakan sistem operasi yang mendukung agar hasilnya lebih maksimal.

Dengan mengetahui perbedaan partisi GPT dan MBR serta pengertiannya, kalian dapat menerapkannya pada perangkat kalian, semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjadi pembelajaran bagi kalian.

Jika berkenan silahkan bagikan informasi ini. Terima kasih.

You May Also Like

About the Author: igoy12